Sabtu, 12 Februari 2011
praktikum di desa merduati..(perlu edit lagi)
PENDAHULUAN
1. A. TUJUAN DAN MAMFAAT PRAKTIK
Praktikum pengembangan masyarakat merupakan program mata kuliah jurusan, dengan tujuan utama untuk memberikan pendidikan kepada mahasiswa. Dan mahasiswa mampu memahami permasalah yang ada dalam masyarakat.
1. a. Mamfaat umumnya adalah:
* Menjembatani dan mendekatkan perguruan tinggi dengan masyarakat.
* Membantu pemerintah dalam upaya pemberdayaan masyarakat.
* Mengembangkan kerja sama antar disiplin ilmu dan lembaga pemerintah.
1. b. Mamfaat khususnya adalah:
* Pengalaman kerja nyata dalam masyarakat.
* Menjadikan lebih dewasanya kepribadian mahasiswa dan bertambah luasnya wawasan mahasiswa.
* Mendekatkan perguruan tinggi dengan masyarakat.
1. B. SASARAN KEGIATAN PRAKTIK
Adapun yang menjadi sasaran kegiatan praktik kami adalah seluruh jenis PMKS yang ada di Gampong Merduati. Namun disamping itu kami lebih mengkhususkan kepada 2 jenis PMKS saja yaitu :
1. Tuna Netra
2. Anak Telantar.
C. WAKTU DAN TEMPAT
1. Waktu
* Awal bulan 10 hingga sampai selesai
1. Lokasi Praktik
* Gampong Merduati Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh.
D. PROSES PRAKTIKUM
Dalam proses Praktikun ini, kami melihat masalah atau sumber tersebut dengan mengacu pada beberapa pengamatan, yaitu dari segi lingkungan, sarana dan prasarana, sumber daya masyarakat / manusianya, ekonomi, sosial budaya, dan agama /keyakinan penduduk setempat, dan melalui kelurahan setempat untuk imformasi yang lebih akurat atau melihat proses referensi yang ada.
HASIL WAWANCARA DI DESA MERDUATI (Kasus Pengangguran)
1. A. Identitas Klien:
1. Nama : Amirullah
2. Usia : 29 Tahun
3. Asal Tempat Tinggal : Merduati
4. Jumlah Saudara : Anak Ke 1 Dari 3 Bersaudara
5. Jenis Kelamin : Laki- Laki
6. Agama : Islam
7. Hubungan Klien dengan Keluarga : Dari Segi Hubungan Komunikasi Dengan Keluarga Baik-Baik Saja
2. B. Latar Belakang Berdasarkan Ekonomi
3. Sejak kapan klien itu menjadi pengangguran? Sejak orang tua klien meninggal dunia, karena orang tua klien hanya seorang Buruh Pasar.
4. Dimana kebiasaan klien?
5. Kenapa klien putus sekolah? Karena orang tua klien tersebut tidak mampu membiayainya lagi, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :
- Orang tua (Ayah) klien tersebut telah meninggal dunia.
- Ibu klien yang sehari-harinya bekerja di warung hanya mampu menafkahi adik-adik klien.
- Karena jumlah saudara tidak sesuai dengan pendapatan sang ibu klien, sehingga tidak bisa melanjutkan sekolah klien tersebut.
1. C. Keadaan Fisik Klien
Keadaan fisik klien tersebut ketika kami wawancara baik-baik saja, karena kebutuhan sehari-hari di panti Walyatama tesebut terpenuhi baik dari segi konsumsi, tempat tinggal dan yang terutama pada pendidikan beserta moral yang paling membuat klien tersebut sangat senang dia bisa melanjutkan sekolahnya dan sekarang telah menduduki kelas 2 SMP selama berada di Panti Walyatama.
1. D. Keadaan Psikologis Klien
Walaupun dia (klien) tersebut merasa senang tinggal di panti, tapi ketika kami mewawancarai, klien merasa cemas akan kehidupannya, sehingga sedih ketiak mengingat keluarga dan seakan-akan dia tidak bisa melukukan apa-apa, selain hanya bisa pasrah saat mengingat masa lalu bahwa apakah sampai sekarang klien tersebut bisa berkumpul bersama keluarganya kembali? Ketika kami sebagai calon peksos melihat mimik wajahnya klien dengan penuh harapan dan tanda tanya.
1. E. Kehidupan Sosial Klien
1. Hubungan klien terhadap orang tua baik-baik saja dan orang tua klien juga member uang kepada pihak Panti ketika ada kemudahan rezeki, dengan tidak ada ketetapan yang harus di beri dan jumlahnya berapa.
2. Hubungan Klien dengan keluarga juga baik-baik saja dan sering berkomunikasi lewat via HP antara klien dengan keluarganya.
3. Hubungan keluarga dengan teman-temannya yang ada dip anti ungkapnya, ketika bermain dia sering diajak sama kawan-kawan yang ada di Panti Walyatama tersebut.
2. F. Kesimpulan Kami Sebagai calon Peksos
1. Keadaan klien tersebut sudah bisa melanjutkan sekolahnya lagi dan menjalankan kehidupaannya sehari-hari sebagai mana anak-anak yang lain yang berada di Panti Walyatama.
2. Dan Klien tersebut sudah mendapatkan kebutuhan sebagai mana yang diharapkan baik itu klien sendiri maupun kebutuhan-kebutuhan sebagaimana yang diberikan oleh pihak klien tersebut.
1. G. Kelebihan yang dimiliki Klien
Dari hasil wawancara terhadap Pimpinan yayasan Walyatama, mengatakan bahwa klien yang kami wawancarai tersebut mempunyai suatu kelebihan yaitu dibidang praktik, dalam artian klien mampu melakukan sesuatu kegiatan tanpa teori.
BAB II
KAJIAN LITERATUR
1. A. KONSEP / TEORI YANG RELEVAN DENGAN BERBAGAI MASALAH KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Dalam penyusunan laporan ini penulis menggunakan beberapa teori atau metode, misalnya :
* Melakukan observasi yaitu melaksanakan secara langsung di perusahaan melalui teori yang kemudian di terapkan dalam bentuk kegiatan atau Praktek Kerja Lapangan.
* Interview yaitu mengumpulkan data dengan cara melakukan tanya jawab secara langsung, hal ini dilakukan untuk memperoleh suatu informasi yang tepat dan jelas yang dibutuhkan di dalam penyusunan laporan. Dan terakhir Studi Literatur dalam hal penyusunan untuk mengumpulakan data dan cara mencari yang ada kaitannya dengan pembahasan masalah.
1. B. INDIKATOR MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL
2. Balita Terlantar Yaitu anak yang berusia 0-4 tahun yang karena sebab tertentu, orang tuanya tidak dapat melakukan kewajibannya (karena beberapa kemungkinan: miskin, salah seorang sakit, salah seorang / kedua-duanya meninggal), sehingga mengganggu kelangsungan hidup anak, pertumbuhan dan perkembangannya, baik secara jasmani, rohani maupun sosial.
Indikator :
1. Anak ( Laki-laki / perempuan ) usia 0-4 tahun.
2. Tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya, atau balita yang tidak pernah mendapat ASI/susu pengganti atau balita yang tidak mendapatkan makanan bergizi ( 4 sehat 5 sempurna ) 2 kali dalam satu minggu atau balita yang tidak mempunyai sandang yang layak sesuai dengan kebutuhannya.
3. Yatim piatu atau tidak dipelihara, ditinggalkan oleh orang tuanya pada orang lain, ditempat umum, rumah sakit, dan di tempat umum lainnya.
4. Apabila sakit tidak mempunyai akses kesehatan modern ( di bawa ke puskesmas dan lain-lain ).
5. Anak Terlantar Yaitu anak yang karena suatu sebab orang tuanya melalaikan kewajibannya, ( karena miskin, salah seorang dari Orang Tuannya/ wali pengasuh sakit, atau meninggal, keluarga tidak harmonis, tidak ada pengampu/ pengasuh ), sehingga tidak dapat terpenuhi kebutuhannya dengan wajar baik secara jasmani, rohani, maupun sosial (PP No2 tahun 1998).
Indikator :
1. Anak ( laki-laki/ perempuan ) usia 5-8 tahun.
2. Anak yatim, piatu, yatim piatu.
3. Tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya.
4. Anak yang lahir karena tindak perkosaan, tidak ada yang mengurus dan tidak mendapat pendidikan.
5.
Anak yang Menjadi Korban Tindak Kekerasan/di Perlakukan Salah
Yaitu anak yang terancam secara fisik dan non fisik karena tindak kekerasan, di perlakukan salah atau tidak semestinya dalam lingkungan keluarga/ lingkungan sosial terdekatnya, sehingga tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya secara wajar
Indikator :
1. Anak laki-laki/ perempuan berusia 5-18 tahun.
2. Sering mendapat perlakuan kasar dan kejam yang mengakibatkan menderita secara psikologis.
3. Pernah dianiaya dan diperkosa
4. Dipaksa bekerja ( tidak atas kemauannya ).
5. Anak nakal Yaitu anak yang melakukan tindak pidana, atau anak yang melakukan perbuatan yang dinyatakan terlarang baik menurut peraturan Perundang-undangan maupun menurut Peraturan hukum lain yang hidup dan berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan (UU No3 tahun 1997 tentang pengadilan anak ).
Indikator :
1. Anak laki-laki/ perempuan berusia 8-18 tahun dan belum menikah.
2. Melakukan perbuatan secara berulang yang menyimpang atau melanggar norma masyarakat seperti :
1. Sering bolos sekolah
2. sering bohong
3. Ingkar/ menipu
4. Sering mencuri dilingkungan keluaraga
5. Sering merusak sarana umum
6. Sering mengganggu orang lain
7. Memancing keributan/ perkelahian
8. Melakukan tindak kriminal (seperti perjudian, penodongan, pemerkosaan, pembunuhan, dll).
9. Anak Jalanan Yaitu anak yang sebagagian besar waktunya berada di jalanan atau tempat-tempat umum.
Indikator :
1. Anak ( laki-laki/ perempuan ) usia 5-18 tahun.
2. Melakukan kegiatan tidak menentu, tidak jelas kegiatannya dan atau berkeliaran di jalanan atau ditempat umum minimal 4 jam/ hari dalam kurun waktu 1 bulan yang lalu, seperti : pedagang asongan, pengamen, ojek payung, pengelap mobil, pembawa belanjaan di pasar dll.
3. Kegiatannya dapat membahayakan dirinya sendiri atau mengganggu ketertiban umum.
4. Wanita Rawan Sosial Ekonomi Yaitu seorang wanita dewasa belum menikah/ janda yang tidak mempunyai penghasilan cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari (Kep Mensos No 24/HUK/996).
Indikator :
1. Wanita berusia 18-59 tahun, berpenghasilan kurang atau tidak mencukupi kebutuhan fisik minimum (sesuai kriteria fakir miskin).
2. Tingkat pendidikan rendah (tidak tamat/ maksimal SD)
3. Istri ditinggal suami tanpa batas waktu dan tidak dapat mencari nafkah.
4. Sakit sehingga tidak mampu bekerja.
5. Penyandang Cacat Yaitu setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan atau mental, yang dapat mengganggu, sehingga merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan secara layaknya yang terdiri dari : Penyandang cacat fisik ( cacat tubuh, cacat netra/ mata dan rungu/ wicara), penyandang cacat mental serta penyandang cacat fisik dan mental ( UU No 4 tahun 1997 ).
1.
Penyandang Cacat Fisik. Yaitu seseorang yang menderita kelainan pada tulang dan atau sendi anggota gerak dan tubuh, kelumpuhan pada anggota gerak dan tulang, tidak lengkapnya anggota gerak atas dan bawah, sehingga menimbulkan gangguan/menjadi lambat untuk melakukan kegiatan sehari-hari secara layak.
Indikator :
1. Anggota tubuh tidak lengkap putus/ amputasi tungkai, lengan atau kaki.
2. Cacat tulang atau persendian.
3. Cacat sendi, otot dan tungkai, lengan atau kaki.
4. Lumpuh.
5. Penyandang Cacat Mata (tuna netra) Yaitu seseorang yang buta kedua matanya atau kurang awal (low vision), sehingga menjadi hambatan, dalam melakukan kegiatan sehari-hari secara layak/ wajar
Indikator :
1. Buta total (buta kedua mata).
2. Masih mempunyai sisa penglihatan atau kurang awas (low vision).
3. Penyandang Cacat Rungu/ Wicara Yaitu seseorang yang tidak dapat mendengar dan berbicara dengan baik sehingga menjadi hambatan dalam melakukan kegiatan sehari-hari secara layak/ wajar
Indikator :
1. Tidak dapat mendengar atau memahami perkataan yang disampaikan pada jarak 1 meter tanpa alat bantu dengar.
2.
Tidak dapat bicara sama sekali atau berbicara tidak jelas
(pembicaraannya tidak dapat dimengerti).
3. Mengalami hambatan atau kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain.
4. a. Dalam Segi Fisik/ lingkungan
Akibat bencana Tsunami, telah terjadi penurunan kualitas prasarana dan sarana dasar perumahan dan permukiman yang berdampak terhadap kelancaran aktifitas dan produktifitas masyarakat.
1. b. Dalam Segi Ekonomi
Penanganan yang diperlukan adalah menfasilitasi masyarakat korban Bencana Gempa dan Tsunami dalam akses modal untuk pengembangan ataupun membuka usaha baru yang di tunjang oleh strategi pendampingan dari semua pihak.
1. c. Dalam segi aspek sosial di mulai dari :
- Anak yatim dari keluarga miskin dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari sesuai standar gizi, santunan penunjang belajar dan memfasilitasi untuk memperoleh kesempatan pendidikan baik formal maupun informal.
- Anak Cacat/ jompo, dengan santunan kebutuhan dasar sehari-hari.
- Anak Terlantar/ anak jalanan yang di tangani dengan memberi penyuluhan dengan baik dalam segi pengembangan SDM masyarakat sekitar kelurahan Merduati pada umumnya pekerja di pemerintahan dan swasta serta melaut atau nelayan.
1. C. KEBIJAKAN PENANGANAN MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL
Kebijakan sosial kadang dinyatakan sebagai salah satu bentuk respon terhadap masalah sosial. Dengan demikian kebijakan sosial mempunyai kedudukan lebih dari sekedar respon terhadap masalah sosial. Hal itu disebabkan karena kebijakan sosial tidak hanya memberikan fokus perhatian terhadap salahnya itu sendiri melainkan juga merancang suatu perubahan atau mengelola struktur sosial maupun jaringan relaksi sosial. Kemampuan masyarakat dalam menggerakkan ataupun menggali potensi yang ada untuk mengatasi permasalahan yang di hadapi secara mandiri sehingga meminimalisir sikap ketergantungan terhadap pihak luar.
- Derajat kemamfaatan yang dihasilkan.
-Tingkat kemendesaan dan pemenuhan kebutuhan yang real agar tidak menimbulkan dampak susulan yang merugikan.
- Tingkat konstribusi/ kepedulian masyarakat dalam menggalang kekuatan swadaya dengan menumbuhkan keyakinan akan kemampuan dan potensi yang ada.
BAB III
DESKRIPSI HASIL STUDI LAPANGAN
1. A. Gambaran umum lokasi praktik dan rencana kerja
2. 1. Gambaran Geografis
Kelurahan Merduati terletak diwilayah Kecamatan Kutaraja Kota Banda Aceh provinsi Nanggro Aceh Darussalam dengan luas Wilayah 27,8 Ha yang dibagi menjadi Lingkungan/ Dusun yaitu :
1. Lingkungan Kemuning
2. Lingkungan Seroja
3. Lingkungan Sedap Malam.
4. Lingkungan Mawar.
5. Lingkungan Malatika
Secara Geografis, letak Kecamatan kutaraja adalah bersebelahan dengan :
1. Sebelah Utara : Selat Malaka
2. Sebelah Selatan : Kecamatan Baiturrahman
3. Sebelah Barat : Krung doi / Kecamatan Meuraxa
4. Sebelah Timur : Krung Aceh
1. 2. Gambaran Demografis
Secara umum keberadaan jumlah penduduk kelurahan Merduati dapat diuraikan sebagai berikut:
Pra Rencana Sumber Data
Jumlah Penduduk
2604 Jiwa
Jumlah Kepala Keluarga
840 KK
Kelurahan
Jumlah Fakir Miskin
72 Jiwa
Kelurahan
Jumlah Anak Cacat
4 Jiwa
Kelurahan
Jumlah Anak Terlantar
2 Jiwa
Kelurahan
Gambar KK Menurut Lingkungan Serta Komposisi
Dusun/ Lingkungan
KK
Laki-laki
Perempuan
Sumber Data
Kemuning
310
485
394
Kelurahan
Seroja
174
321
323
Kelurahan
Sedap Malam
165
256
209
Kelurahan
Mawar
131
202
181
Kelurahan
Malatika
72
141
92
Kelurahan
Total
843
1405
1199
Kelurahan
1. 3. Gambaran Masalah Sosial Di Merduati
Secara Dominan akibat bencana Tsunami telah terjadi penurunan kualitas prasarana dan sarana dasar perumahan dan pemukiman yang berdampak terhadap kelancaran aktifitas dan produktifitas masyarakat. Adapun hal-hal dominan yang perlu penanganan yaitu :
1. B. Fokus Identifikasi Masalah Pengangguran Dan Penyandang Cacat
2. Penyandang Cacat, Tuna Rungu/ Wicara
Ketika kami pergi ke Merduati, kami melakukan wawancara atau Interview dengan sepasang Tuna Rungu, kebetulan sepasang tuna Rungu tersebut tidak ada dirumah. oleh karena itu kami melakukan wawancara dengan ibunda beliau. Sepasang tuna rungu tersebut sudah saling mengenal dari sejak SMP sampai sudah menikah. Adapun sepasang tuna rungu tersebut bernama:
Nama : Isna Munandar
Umur : 27 tahun
Jenis kelamin : laki-laki
Pekerjaan : tukang las dan tampal ban
Sedangkan Istrinya :
Nama : Hera Santi
Umur : 32 tahun
Jenis kelamin : perempuan
Pekerjaan : kerajinan tangan
1. 1. Deskripsi Empiris dan Program penanganan kesejahteraan Sosial Oleh NGO / LSM
Dari pengakuan ibundanya, Dari hasil wawancara, beliau tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun lembaga lain atau LSM yang bersangkutan, beliau mendapatkan modal dan usaha dari jerih payahnya sendiri dan dia sangat rajin bekerja bahkan sampai malam hari dia masih mencari penghasilan tambahan dengan menampal ban di Ulee Kareng sampai-sampai dia dimarahi sama ibundanya karena terlalu banyak bekerja.
Keluarga penyandang cacat yaitu Ibunda dari salah satu penyandang cacat itu sendiri yaitu Tuna Rungu yang bernama Isna Munandar yang berusia 27 tahun, pekerjaan sebagai tukang las, isna dari sejak mulai kecil dia tidak bisa lagi bicara ketika masih kecil bukan dari sejak lahir dan sekarang sudah menikah. Dari hasil wawancara, beliau tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun lembaga lain atau LSM yang bersangkutan, beliau mendapatkan modal dan usaha dari jerih payahnya sendiri.
1. 2. Deskripsi Empiris kebijakan dan Program Penanganan Kesejahteraan Sosial oleh Pemerintah
Dari masa kecil sampai sekarang ini, beliau tidak pernah mandapatkan bantuan sama sekali yang menyangkut dengan pemerintah, yang ada Cuma bantuan dari sekolah waktu di SMA.
1. C. Deskripsi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan Potensi / Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) di lokasi Praktikum yang berisi:
1. 1. Deskripsi Empiris Kebijakan Dan Program Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial Oleh Pemerintah:
Pada dasarnya Kelurahan Merduati memiliki kelembagaan maupun sumber daya alam (SDA) untuk memecahkan masalah mereka. Hanya masyarakat perlu hanya fasilitasi dari berbagai pihak, sehingga potensi tersebut yang dapat dioptimalkan. Dan digunakan untuk dapat memecahkan masalah mereka. Dengan masih adanya sumber daya manusia, sumber daya lingkungan.
1. 2. Deskripsi Empiris Kebijakan Dan Program Penanganan kesejahteraan Sosial Oleh Masyarakat
Kebijakan dari masyarakat sudah ada tentang kesejahteraan masyarakat dapat dilihat dari potensi manusianya yang menungguli pendidikan dan tenaga kerja yang nyaman dengan penempatan kampungnya yang dekat dengan perkotaan sehingga persoalan yang ada sehingga dapat segera diselesaikan dengan cepat.
1. 1. Kesimpulan dan Rekomendasi
1. 1. Kesimpulan
Pembangunan dan Pemberdayaan masyarakat adalah sekelumit hal yang patut di junjung untuk meningkatkan stabilitas dan mobilitas sosial masyarakat dan juga pertumbuhan ekonomi suatu negara, wilayah, dan juga daerah. Pertumbuhan dan pemberdayaan masyarakat sangat ditentukan oleh skill masyarakat itu sendiri dan juga didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.
Dalam hal ini, Pemerintahan sebagai tonggak birokrasi yang merupakan kunci dalam pembangunan suatu masyarakat, tujuan lain Pemerintah juga harus menyediakan lapangan kerja, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan juga keamanan guna untuk terciptanya suatu perubahan yang lebih baik.
Selain dari itu, untuk peran pendukung seperti LSM, Koperasi, dan sebagainya juga sangat menentukan arah pembaharuan yang lebih baik terutama dalam menstabilitaskan suatu perubahan sosial masyarakat Indonesia kedepan.
1. 2. Rekomendasi
Menyimak begitu panjangnya rentetan Kemiskinan dan berbagai persoalan lain yang terjadi di Indonesia seharusnya ada perhatian lebih dari Pemerintah dalam menanggapi permasalahan tersebut dan mesti ada teori-teori yang lebih jitu agar tumbuh suatu perubahan sosial yang lebih dinamis dan harmonis, kemiskinan adalah merupakan hal yang paling rawan sehingga mengancam ke stabilan suatu daerah apalagi jika ada kecemburuan sosial.
Senin, 10 Januari 2011
OVER OF THE TOP MEUTALA.,A.BESAR
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Glee,meutala berada pada titik koordinat 05 12’ 50,0” LU, 095 31’ 31” BT ( puncak ) Dengan jalur yang berbukit bukit dengan kisaran ketinggiannya 1950 mdpl, dengan suhu rata rata 28-30 celsius,yang berada pada pada deretan pergunungan bukit barisan atau sejajar dengan glee meduom, glee trieng, glee meucica, glee ba’et dan glee raja.yang menjadikan pergunungan tersebut sebagai sumber air bagi masyarakat sekitar.
Secara historis glee,meutala pada dasarnya tidak memliki pilar tetapi tetapi sekarang ini sudah ada dikarenakan sekelompok pencinta alam leuser unsyiah telah menandainya dengan pilar yang kecil, serta berberpa metela yang ada yang menyatakan bahwa itulah puncak meutala,yang kawasan sekitarnya di tumbuhi lumut yang lebat dan kantong-katong semar serta perpohonan kecil sehingga lebih mendukung hawa dingin nya puncak.
Glee, metala memiliki sumber pontensi yang baik seperti air dan pohon yang lebat serta pemandangan yang indah dengan biota binatang yang ada yang bisa kita tandai dengan suaranya atau atu berhadapan lansung seperti burung yang terbang atau binatang lain, serta bisa dijadikan bahan penelitian bagi para ilmuan.
Glee meutala bisa dikatakan pergunungan yang kurang di explor sehingga kelestariannya masih amat terjaga, hanya terlihat pada awaal jalur pwndakiannya, kerusakan penebangan liar tersebut dapat kita ketahui kalau kita lihat di sekitar 100 – 200 meter dari koordinat(05⁰ 15’ 39,7” LU - 095⁰ 32’ 08,1” BT) yang berada pada jalur pendakian atau pada kaki gunungnya yang telah di rambah oleh penebangan liar. Tapi ada juga baik nya yaitu air yang masih baik yang di distribusikan pada masyarakat.
Beranjak dari hal diatas dengan semua keindahan alam yang di miliki gleeMeutala, maka kami sebagai mahasiswa IAIN yang tergabung dalam Unit Kesatuan Mahasiswa pencinta alam tertarik mengunjungi dan mendaki gunung tersebut yang terletak di Jantho,dan dimulainya start di desa Teurbeh menuju ke PDAM Mountala. dan jika ada yang bertanya dimana itu PDAM maka jawabannya berada di daerah desa Teurbeh yang berada di sekirtar kaki pergunungan Glee Meutala yang ada pada koordinat Giografis. dan jika barang siapa ingin melalukan pendakian atau invertigasi flora dan fauna maka dapat di akses melelai jalur track yang di buat oleh unit pencinta alam UKM PA – LH GAINPALA Ar- Raniry atau terserah sebelah mana yang di inginkan, yang pastinya start yang muda di akses yaitu di desa teurbeh yang start pendakiannya bertempat di PDAM MONTALA. dan apabila ingin melakukan pendakian sampai puncak saja tanpa ada investigasi atau tujuan lainnya maka kita akan finis pada puncak GLEE MEUTALA yang ditempuh selama empat hari jika tidak ada kendala dalam pendakian.
Untuk pendakian Glee meutala kita harus melalui lima proses yaitu melaui bukit, empat alur air, hutan yang agak rapat, bukit cadas dan hutan rotan. dan apa bila ingin melalukan pendakian melalui jalur unit pencinta alam UKM PA – LH GAINPALA buka maka para pendaki akan menjumpai lima hal tersebut. dalam lima hal tersebut ada dua hal yang memakan waktu banyak yaitu melewati bukit cadas dan melewati hutan rotan setelah melewati dua hal tersebut maka pendakian berada pada posisi aman karena akan berjumpa pada penggungan yang menuju langsung ke puncak. dan apabila sudah mencapai puncak maka pada puncak pertama yang pendaki jumpai maka terdapat pilar berwana orange, dan jika di lakukan observasi sekitar puncak tersebut maka terlihat puncak utama dari GLEE meutala yang jaraknya 15 menit perjalanan.
B. TUJUAN
Untuk mengambil keaanggotaan tetap di UKM PA-LH GAINPALA
Ar-Raniry
Mengaplikasikan program kerja pengurus divisi mountenering UKM PA-LH GAINPALA Ar-Raniry, untuk meningkatkan SDM
Menambah daftar pendataan pendakian gunung yang ada di Aceh pada UKM PA-LH GAINPALA Ar-Raniry
mencapai puncak
C. NAMA DAN TEMA KEGIATAN
Nama kegiatan : EXPEDISI MEUTALA 2010
Tema kegiatan : Over Of The Top Glee,Meutala
D. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
1. Waktu Kegiatan :
Adapun waktu kegitan ini dilaksanakan mulai tanggal 24 Oktober S/D 02 November 2010.
2. Tempat Kegiatan :
Glee, meutala.Desa Terebeuh ,Jantho Aceh Besar
E. TIM EXPEDISI
Adapun tim expedisi beranggotakan empat orang, berikut nama-naman peserta tim expedisi:
1. HERI AGUSRI NANDAR : Navigator,Penebas II
2. INDRA FEVRIADY : P3k, Photografer
3. T. NUSIRWAN PUTRA : Perlengkapan,jurnalis
4. TSAQIB NAJMI : Ketua tim,penebas I
F. FAUNA FLORA
1. Fauna
kawasan GLEE MEUTALA merupakan kawasan ekosistem yang di dalam terdapt berbagai populasi dan habitat yang berada dalam satu ekosistem GLEE MEUTALA. Adapun populasi tumbuhan yang tedapat di sekitar jalur pendakian kami yaitu pohon - pohon besar yang tingginya 25 – 30 meter yang lebarnya 1 – 2 meter, pohon rotan jenis palm dan leana yang berada pada ketinggian 800 – 900 Mdpl, selain itu sekitar ketinggian seribu lebih kami temukan populasi jamur putih yang berbetuk payung cina, tinggi jamur sekitar lima inci dan lebar daun berkisar π4 cm luas jari-jari lingkaran, selain itu pada pada ketinggian 1800 – 1900 kami temukan populasi lumut yang tumbuh pada pohon dan bebatuan, selain juga kami jumpai jenis stroberry hutan yang ciri-cirinya buah berwaberwarna merah, berbentuk butir yang tersusun dalam satu tangkai buah, berduri pada batang, berdaun runcing bercabang lima berwarna hijau abu-abu danberikutnya pada ketinggiang 1975 mdpl sampai pada puncak Glee Meutala yang berada pada ketinggian 2017 mdpl kami dapatkan 3 jenis katong semar yang ciri- cirinya sebagai berikut: yang pertama bibir kantongnya warna hijau berbintik merah, bibirnya berwana merah, mulut kantong terpayungi paying bunga berwarna merah bercampur hijau, panjang tangkai berkisar 20 cm, daunnya berwarna hijau panjangnya 10 cm, lebar daun 4 cm, bentuk pohon sepeti anggrek. yang kedua: kantong semar hijau. ciri – cirinya: kantong berwana hijau bentuknya runcing panjangnya 10 cm, bentuk daun sama dengan kantong semar bintik merah, pajang daun 15 cm lebar 5 cm, panjang tangkai 25 cm, tumbuh pada pohon yang berlumut. yang kitiga. kantong semar mini. ciri- cirinya: kantong berwana hijau muda, panjang kantong 1cm lebar kantong 0,5 cm, panjang tangkai 3 cm, panjang daun 2 cm lebar 0,5 cm, daun berwarna hijau berkilab. selain itu pada puncak juga kami jumpai 3 jenis anggrek. yang pertama anggrek pohon berbatang ubi. ciri – cirinya: bunga berwana merah jambu pekat, bunga bebentuk kuku hinggap. yang kedua anggrek pohan berdaun pandan. ciri-ciri nya bunga berwana kuning seperti bunga padi, tumbuh pada pohon. yang ketiga anggrek pohon berwarna putih sepeti bunga melati.
2. Fauna
dalam kawasan ekosistem GLEE MEUTALA selain dari populasi tumbuhan juga terdapat habitat satwa.adapun habit satwa yang kami temukan dengan bebara alat panca indra dan opservasi jejak sebagai berikut:
MAMALIA
a. Beruang
beruang kami nyatakan ada karena ada jejak dan suara. jejak beruang tersebut kami temukan pada pohon kecil dekat dua pohon bersar yang berdada pada lembah tempatnya 200 meter di sekitar koordinat 05⁰15’ 02,0” LU - 095⁰ 32’ 11,8” BT. jejak tersbut kami temukan pada hari kedua pendakian sekitar pukul 15.30 WIB, kemudia pada hari ketiga pada pukul 08.00 terdengar raungan suara beruang yang lagi bertengkar di daerah di temukan jejaknya tersebut.
b. Harimau
Adapun suara harimau tersebut terdengar pada pukul 18.30 ketika kami turun dari glee meutala pada hari sabtu yang berada pada ketinggian 500 mdpl.
c. Babi hutan
jejak babi hutan kami temukan yaitu ketika kami melakukan pendakian yang berada pada ketinggian 900 pada hari kedua pendakian, jejaknya berupa bekas jalan babi.
d. Tupai
adapun tupai itu kami lihat ketika kami melakukan pendakian yaitu bertempat di sekitar camp pertama.tupai tersebut bentuknya kecil sebesar tikus.
e. Siamang
Siamang tersebut kami nyatakan ada karena kami mendengar suara siamang tersebut pada hari ketiga pendakian. siamang tersebut mulai bersuara sekitar pukul. 07.00 WIB
AVESS
pada kawasan ekosistem glee meutala terdat beberapa jenis aves. ada pun jenis aves yang terdapat di kawasan ekosistem glee meutala adalah sebagai berikut:
a. burung pelatuk
burung pelatuk kami temukan pada hari kedua pedakian yang berada pada ketinggian 800 mdpl. ciri – cirinya bulunya berwarna hitam kepalanya berwana coklat merah.
b. Balam hijau
balam hijau kami temukan pada tempat yang sama di sekitar tempat kami temukan burung pelatuk. cirinya berwana hijau. ukurannya sebesar balam biasa.
c. Elang
Elang kami temukan yaitu dengan cara terlihat dengan panca indara penglihatan dan jejak berbentuk bulu sayap yang kami temukan ketika turun.pelihat terhadap elang terbang pada pukul 10.00 WIB hari ke empat dan jejaknya di temukan ketika turun dari puncak glee meutala sekitar pukul jam tiga lewat.
d. Burung Rangkong
Burung rangkong kami temu ketika kami berada pada camp ketiga yang berada pada koordinat 05⁰ 13’ 59,6” LU - 095⁰ 31’ 58,3 dan juga ketika kami berada pada camp pertama. rangkong tersebut terlihat pada pukul 12.00 wib.
SERANGGA
serangga merupakan jenis habitat yang sering kita jumpai di sekitar pergunungan tropis. adapun serangga yang kami temukan berupa:
- Tawon tanah berwana kuning hitam yang berdada pada ketinggian 900 mdpl.
- Semut hitam berbadan panjang ukurannya sedang berada pada ketinggian 1705 mdpl.
- nyamuk gunung berukuran sangat kecil yang berada pada camp ke empat pada ketinggian 1705 – 1975 mdpl.
G. TITIK KORDINAT
Adapun titik –titik koordinat yang tertara dibawah ini telah diberitakan dengan system komunikasi melalui telpon genggam. dan di monitoring oleh tim posko melalui google art. untuk jalur monitoring google art dan koordinat dapat di lihat pada bab lampiran.
H. PERALATAN DAN PERLENGKAPAN
Terlampir
I. HASIL YANG DICAPAI
1. Teraplikasinya expedisi sebagai syarat menjadi
anggota tetap
2. Mengaplikasi materi mountenering
3. Pendataan pergunungan glee, meutala. dari segi dokumentasi,jalur pendakian serta lainnya.
4. tercapainya top pada puncak glee meutala berdasarkan pembuktian pada bab terlampir.
5. tercapainya target hari pendakian dan penurunan sesuai pelaksanaan yang di tentukan.
J. KENDALA YANG DIHADAPI
1. Pada ketinggian 900 mdpl tim di sengat tawon sehingga awalnya sempat terjadi kepanikan karena takut akan mengganggu kesehatan anggota tim dan molornya waktu keberangkatan.
2. Tidak berfungsinya HT, sehingga sulit komunikasi dengan tim posko.
BAB II
PERSIAPAN
A. PEMBENTUKAN TIM
Pembentukan tim expedisi glee,meutala ditentukan dalam rapat forum diUKM PA-LH GAINPALA Ar-Raniry, dalam expedisi ini yang di wajibkan khusus bagi angota muda yang telah melakukan try out atau telah lewat masa bimbingan dan anggota yang mengajukan diri atau dipilih langsung oleh rapat bersama yang dilihat dari berbagai kriteria yang ada agar expedisi ini berjalan denagan baik, dan bisa mengikuti berbagai keharusan sebelum melakukan expedisi seperti latihan fisik dan membantu persiapan atau hal yang lainnya, adapun tim yang telah disepakati bersama adalah sebanyak empat orang yaitu: yang telah tertera pada bab Di atas pada tim expedisi.
B. LATIHAN FISIK
Seperti biasanya Sebelum melakukan expedisi, tim mempersiapkan fisik dengan latihan, latihan ini dilakukan selama kurang lebih tujuh belas hari yang di mulai dari tanggal 7 Oktober s/d 23 Oktober 2010,pelatihnya adalah (MUHAMMAD SAPUTRA bl), menu- menu yang diberikan antara lain:
(terlampir)
C. SURVEY LOKASI
Sebelum melakukan expedisi, tim melakukan survei tempat/lapangan kegiatan dan berkoordinasi langsung dengan warga setempat atau pihak yang bersangkutan, tim di wakili dua orang untuk melakukan survey , lokasi tempat kegiatan merupakan tempat para pecinta lingkungan,yang telah di publis oleh pencinta alam lainnya, lokasinya bertempat di pergunungan bukit barisan, disini tim hanya melakukan survey sampai desa terakhir dan hanya sebatas jalur utamanya saja,
D. PERSIAPAN ( Tiem )
Perlengkapan yang telah kami siapkan untuk kegiatan expedisi ini secara umumnya meliputi:
1. logistik
2. perlengkapan dan peralatan
3. administrasi
4. Perizinan
Persiapan ini dilakukan oleh anggota tim expedisi dan pihak anggota atau pengurus lainnya yang telah dikoordinir langsung oleh coordinator expedisi ( Fajri )serta anggota lainnya dengan kepanitiaannya telah disusun dengan baik dan bantuan dewan senior.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Seperti kegiatan expedisi lainnya yang secara umum bisa di nilai sukses dengan baik, dimana secara luas tiem telah mengaplikasikan materi yang ada dan telah mengumpulkan sedikitnya dokumentasi yang ada dan sudah bisa mengenal alam lebih luas dan merasakan manfaatnya, dan telah bisa menjadikan acuan untuk pendakian lainnya.
B. SARAN
Diharapkan kepada tim Xpdc atau yang ingin melakukan Xpdc agar mempersiapkan fisik maupun mental yang matang sebelum melakukan sebuah perjalan. dan didalam perjalanan kita hendaknya selalu meminta pertolongan kepada Allah SWT,sabar,tabah dan menjalin kerja sama yang baik antar anggota team.Karna hal tersebut sangat mempengaruhi sukses atau tidaknya sebuah XPDC.
NO KOORDINAT CAMP KETINGGIAN
1 05⁰ 15’ 39,7” N –
095⁰ 32’ 08,1” E CAMP 1 370 MDPL
2 05⁰ 15’ 02,0 N –
095⁰ 32’ 11,8 E CAMP 2 686 MDPL
3 05⁰ 13’ 59,6” N –
095⁰ 31’ 58,3”E CAMP 3 953 MDPL
4 05⁰ 12’ 59,9” N –
095⁰31’ 47,6” E CAMP 4 1641 MDPL
5 05⁰ 12’ 46,2” N –
095⁰31’ 37,1” E CAMP TERAKHIR 1975 MDPL
6 05⁰ 12’ 50,0” N –
095⁰ 31’ 31,0” E PUNCAK 2017 MDPL
7 05⁰ 15’ 06,2” N –
095⁰ 32’ 10,7” E ALUR TERAHIR 606 MDPL
8 05⁰ 15’ 03,4” N –
095⁰ 32’ 10,0” E CADAS -
9 05⁰ 13’ 39,1” N –
095⁰ 31’ 51,5” E PENAMPUNGAN -
LIST KOORDINAT PERJALAN/CAMP
LIST PERLENGKAPAN
No Nama Barang Jumlah Keterangan
1 Cariel 4 Unit
2 Tenda 1 Unit
3 Trangia 2 Unit
4 Nesting 1 Unit
5 Terpal 3 Unit
6 Senter 4 Unit
7 Parang 2 Unit
8 Matras 4 Unit
9 Tali rapia 10 Gulung
10 Tali rapia hitam 1 gulung
11 Jerigen 7/1kecil
12 Batu asahan 1 Unit
13 Batre alkalin A4/A3 10/6 Buah
14 Batre ABC besar 10 Buah
15 Batre ABC kecil 2 kotak
16 Lampu badai 1 Unit
17 Head lam 1 Unit
18 Plastik paking besar 1 0ns
19 Plastic Paking secukupnya
20 Karet ban secukupnya
21 Lilin 2 bungkus
22 Korek api / gas 1 pak/
23 Pring 4 Unit
24 Gelas 4 unit
25 Sendok 4 unit
26 Jarum 1 paket
27 Benang nilon 2 gulung
28 Lampu tenda 1 unit
29 Pipet 1 bungkus
30 Wabing 4 utas
31 Karabiner 4 Buah
32 Karmantel TNI 1 gulung
33 Spertus 3 liter
34 Minyak tanah 1 liter
35 Tisu gulung 20 gulung
36
DAFTAR LOGISTIK
No Jenis Jumlah
1 Beras 5 bambu
2 Indomie 40 Bungkus
3 Kecap 4 Buah
4 Saus 3 Buah
5 Nescafe 2 Bungkus
6 Kopi mix 1 Pak
7 Kopi ulee kareng 2 Bungkus
8 Kapucino 1 Pak
9 Sarden 15 Kaleng
10 Kerupuk 3 Bungkus
11 Ikan asin 5 ons
12 Korek api 8 Buah
13 Abon 3 Bungkus
14 Sosis 1 Bungkus
15 Tisu 2 pak
16 Kacang hijau 1/4 Ons
17 Blue band 6 Bungkus
18 Minyak Makan 2 kilo Gram
19 Rokok 2 pak
20 Susu 1 Kaleng
21 Teh celup 2 Kotak
22 Garam 2 Bungkus
23 Minyak lampu 2 Liter
24 Permen 2 Bungkus
25 Gula 1 kilo Gram
26 Snack/roti 20 Bungkus
27 Coklat 3 Bungkus
28 Extra joss 2 Kotak
29 Kuku Bima 2 Kotak
30 Hemaviton 2 Kotak
31 Nutri sari 2 Kotak
32 Cabe 2 Ons
33 Tomat 14 Buah
34 Bawanw merah 1/2 Ons
35 Bawang putih 2 Ons
36 keju 1 Bungkus
37 Tempe 6 Bungkus
38 Energen 30 Bungkus
Kamis, 06 Januari 2011
kutipankenapamendakigunung
kalau pantai sih lebih bikin perasaan nyaman sejak awal berangkat.
padahal kalau naik gunung dan udah sampai puncak kan sebenernya pemandangan yg kita dapet ya itu2 aja (lebih bagus pantai),
tapi memang ada kepuasan, perasaan "berhasil" mengalahkan diri sendiri,
membuktikan kekuatan hingga bisa nyampai puncak...
jadi meskipun keindahan yg didapat di puncak gunung itu "tidak seberapa" dibandingin pantai, kepuasan dan kebanggaan dalam diri jd dominan
Senin, 03 Januari 2011
AKU, ANAK ALAM
dalam katamu kami tak peduli,
jurusan kami bukan urusanmu.
kami anak alam juga berguru
guru bahasa kalbu guru badan suci.
eeemmmm........
anak manusia?
seakan dirimu begitu mulia begitu bertahta
tapi memang kau menjujung tampilan luar saja,! busuk?
mengertilah
duhai puncak gunung batin
duhai deras sungai jiwa
duhai dalam lautan akal
bahwa, aku anak alam yang tak cinta slogan
Senin, 20 Desember 2010
kaki gunung
Sabtu, 18 Desember 2010
B3.AKU & BINTANG
![]() |
Jumat, 17 Desember 2010
susah
Selasa, 14 Desember 2010
Bukan dunia yg kejam...tipiH mang hidup ku yg malang...TTD ,adel,perantau
ADEL RAHMAT
-
INDRA DAN ADEL

menunggu satu jawaban.
di saat ini qu sdang mrsa gelisah,
menanti jwban hati,
Yg tak kunjung tba qu mrsa hampa
menjalanii hdup ni,
Kumerasa sendiri,menangis dan merintih,
Qu tak percaya menjalani hdup ini,,
Bla nnti qu terdiam membisu,
Mungkin itu akhir hidup dri qu,
Mungkin itu jalan hidup qu,
Tau mungkin itu takdir qu,
Biar kisah-kisah kita abadi ntuk selamanya.
YA ALLA,KUATKANLAH HATI HAMBA INI
DALAM MEHADAPI COBAAN MU ALLAH.
ksah cnta ku.
Di sebuah kota kecil yg tenang & indah, ada sepasang manusia yg saling mencintai. Mereka selalu bersama memandang matahari terbit di puncak gunung, bersama di pesisir pantai menghantar matahari senja. Setiap org yg bertemu dgn mereka tdk bisa tdk akan menghantar dgn pandangan kagum & doa bahagia. Mereka saling mengasihi satu sama lain.
Namun pd suatu hari, malang sang dara mengalami luka berat akibat sebuah kecelakaan. Ia berbaring di atas ranjang pasien brp malam tdk sadarkan diri di rumah sakit. Siang hari sang wanita menjaga di depan ranjang & dgn tiada henti memanggil2 kekasih yg tdk sadar sedikitpun. Malamnya ia tak lupa berdoa kepada Tuhan agar kekasihnya selamat. Air matanya sendiri hampir kering krn menangis sepanjang hari.
Seminggu telah berlalu, sang dara tetap pingsan tertidur spt dulu, sedangkan si wanita telah berubah mjd pucat pasi & lesu tdk terkira, namun ia tetap dgn susah payah bertahan & akhirnya pd suatu hari Tuhan terharu oleh keadaan wanita yg setia & teguh itu, lalu IA memutuskan memberikan kpd wanita itu sebuah pengecualian kpd dirinya.
Tuhan bertanya kpdnya:"Apakah kamu benar2 bersedia menggunakan nyawamu sendiri utk menukarnya?". Si wanita tanpa ragu sedikitpun menjawab:"Ya". Tuhan berkata:"Baiklah, Aku bisa segera membuat kekasihmu sembuh kembali, namun kamu hrs berjanji menjelma mjd kupu2 selama 3 thn. Pertukaran spt ini apakah kamu juga bersedia?". Si wanita terharu setelah mendengarnya & dgn jawaban yg pasti menjawab: "saya bersedia!".
Hari telah terang. Si wanita telah mjd seekor kupu2 yg indah. Ia mohon diri pd Tuhan lalu segera kembali ke rumah sakit. Hasilnya, dara itu benar2 telah siuman bahkan ia sedang berbicara dgn seorg dokter. Namun sayang, ia tdk dpt mendengarnya sebab ia tak bisa masuk ke ruang itu. Dgn di sekati oleh kaca, ia hanya bisa memandang dr jauh kekasihnya sendiri.
Bbrp hari kemudian, sang dara telah sembuh. Namun ia sama sekali tdk bahagia. Ia mencari keberadaan sang wanita pd setiap org yg lewat, namun tdk ada yg tahu sebenarnya sang wanita telah pergi kemana. Sang dara sepanjang hari tdk makan & istirahat terus mencari. Ia begitu rindu kpdnya, begitu inginnya bertemu dgn sang kekasih, namun sang wanita yg telah berubah mjd kupu2 bukankah setiap saat selalu berputar disampingnya? hanya saja ia tdk bisa berteriak, tdk bisa memeluk. Ia hanya bisa memandangnya secara diam2.
Musim panas telah berakhir, angin musim gugur yg sejuk meniup jatuh daun pepohonan. Kupu2 mau tdk mau hrs meninggalkan tempat tsb lalu terakhir kali ia terbang & hinggap di atas bahu sang dara. Ia bermaksud menggunakan sayapnya yg kecil halus membelai wajahnya, menggunakan mulutnya yg kecil lembut mencium keningnya. Namun tubuhnya yg kecil & lemah benar2 tdk boleh di ketahui olehnya, sebuah gelombang suara tangisan yg sedih hanya dpt di dengar oleh kupu2 itu sendiri & mau tdk mau dgn berat hati ia meninggalkan kekasihnya, terbang ke arah yg jauh dgn membawa harapan.
Dlm sekejap telah tiba musim semi yg kedua, sang kupu2 dgn tdk sabarnya segera terbang kembali mencari kekasihnya yg lama di tinggalkannya. Namun di samping bayangan yg tak asing lagi ternyata telah berdiri seorang wanita cantik. Dlm sekilas itu sang kupu2 nyaris jatuh dr angkasa. Ia benar2 tdk percaya dgn pemandangan di depan matanya sendiri. Lebih tdk percaya lagi dgn omongan yg di bicarakan banyak org. Orang2 selalu menceritakan betapa parah sakit sang dara. Melukiskan betapa baik & manisnya dokter wanita itu. Bahkan melukiskan betapa sudah sewajarnya percintaan mereka & tentu saja juga melukiskan bahwa sang dara sudah bahagia spt dulu kala dsb. Sang kupu2 sangat sedih.
Bbrp hari berikutnya ia seringkali melihat kekasihnya sendiri membawa wanita itu ke gunung memandang matahari terbit, menghantar matahari senja di pesisir pantai. Segala yg pernah di milikinya dahulu dlm sekejap tokoh utamanya telah berganti seorg wanita lain sedangkan ia sendiri selain kadangkala bisa hinggap di atas bahunya, namun tdk dpt berbuat apa2. Musim panas tahun ini sgt panjang, sang kupu2 setiap hari terbang rendah dgn tersiksa & ia sudah tdk memiliki keberanian lagi utk mendekati kekasihnya sendiri. Bisikan suara antara ia dgn wanita itu, ia & suara tawa bahagianya sudah cukup membuat embusan napas dirinya berakhir, karenanya sebelum musim panas berakhir, sang kupu2 telah terbang berlalu.
Bunga bersemi & layu. Bunga layu & bersemi lagi. Bagi seekor kupu2 waktu seolah2 hanya menandakan semua ini. Musim panas pd tahun ketiga, sang kupu2 sudah tdk sering lagi pergi mengunjungi kekasihnya sendiri. Sang dara bekas kekasihnya itu mendekap perlahan bahu si wanita, mencium lembut wajah wanitanya sendiri. Sama sekali tdk punya waktu memperhatikan seekor kupu2 yg hancur hatinya apalagi mengingat masa lalu.
Tiga tahun perjanjian Tuhan dgn sang kupu2 sudah akan segera berakhir & pd saat hari yg terakhir,mengalirlah air mata sedih sang kupu2. Dengan pedih hati Tuhan menarik napas:"Apakah kamu menyesal?". Sang kupu2 mengeringkan air matanya:"Tidak". Tuhan lalu berkata di sertai seberkas kegembiraan: "Besok kamu sudah dpt kembali mjd dirimu sendiri". Sang kupu2 menggeleng-gelengkan kepalanya:"Biarkanlah aku mjd kupu2 seumur hidup".
ADA BEBERAPA KEHILANGAN MERUPAKAN TAKDIR.ADA BEBERAPA PERTEMUAN ADALAH YANG TIDAK AKAN BERAKHIR SELAMANYA.MENCINTAI SESEORANG TIDAK MESTI HARUS MEMILIKI, NAMUN MEMILIKI SESEORANG MAKA HARUS BAIK-BAIK MENCINTAINYA.
ASA DALAM (bawelku)
ASA DALAM (bawelku)
Kemana harus ku buang jika aku sesal,muak.
Klo bukan pada tulisan ku.
Mungkin,! tak ada sandaran pd lainnya,.
“Tpi disini kutak menggingkarimu tuhan”.
Aq hanya sesal sesaat waktu. Muak pada sekian waktu saja,,
Aku benci pada arus yang tak tentu, cinta pada bunga yang tak jadi bunga,.
=- Aq tau kataku hanya muasal sekian kata manis lainya,
Tapi ini hamparan ku , ini mungkin expresi tak tentuku pada kata2ku.
Maaf jika aq kau jadi tertawa,~!@#$%^&*+
Ah,)).?! disini aku masih muak pada semua,aduh aku sok benci lagi pada hantu banyangan ku.tp
Entahlah, aq jadi tak tentu arah,..
Asal aku tak gila arah di situ, aku tak sesal tentunya.
Sudutku telah diduduki musuh,: maka takdirlah aku jadinya..!!
Sejujurnya jiwa pembunuh hanyal masih ku miliki , masih nyata mata atas demokrasi dunia ini.
dan bisa kubunuh smua itu.?
dan demi jiwaqu.
Kenyataan sesal dan hanyalan manis tetap tersimpan sendiri.
How how .caci maki itu ??/??? simpan saja kawan
INISESALDIUJUNG2010
Kamis, 14 Oktober 2010
AKU TEGAR
diantara tumpukan manis
kamu dan aku bukan dia
kepada tuhan
aku bertanya
buakan pada remangf bulam tapi diantara nya
masih banyak jalan yang harus di lalui
walau terpakuu diantara deretan sesa
Kamis, 07 Oktober 2010
kronologi daving
- Tuck dive ( turun dengan possi lurus )atau dengan cara:
- Jack nife ( turun dengan posisi miring ke bawah kaki di bengkokkan ke atas )
- Mask clearing ( membersihkan air dari masker )
- Snokel blast (mengeluarkan udara sedikit demi sedikit sebelum sampai ke permukaan dengan posisi tangan ke atas,
- Apnea ( menyelam dalam air dengan posisi lurus )
- BALANCE (Menjaga keseimbangan badan dengan cara menjungkir balikkan badan di dalam air)
- Raihlah regulator mouth piece yang telah kita dapatkan,












