Minggu, 12 Mei 2013

cinta

cinta menikam paman sam
cinta mati di kota sendiri. 
kita bagai musik kosong. 
hadir dalam sisi-sisi penuh teka teki 
hingga semuanya pasrah pada laju waktu ... 

 sementara hati yang berufuk binar 

setajub kembang ingin ku wakilkan 
pada kasar hati perempuan

walau ku persaksikan pada biru langit 
kita akan tetap seperti melayang di bumi 
cinta menipu yang lain 
cinta menolak hati 

kadang cinta tak pernah terjawab
(bebebe)

Jumat, 03 Mei 2013

laporan orbas 2013

Divisi olah raga alam bebas Periode 2011 – 2012 Program kerja Pada kepengurusan periode 2011-2012 divisi olah raga alam di mandatkan tugas untuk mejalan program – program yang berbentuk olah raga alam bebas. Ada pun bentuk kegiatan – kegiatan dalam program adalah sebagai berikut : A. Program kerja prioritas Adalah program yang di usulkan untuk dilaksanakan semenjak di usulkan dalam rapat kerja pengurus selama satu periode.ada pun bentuk progam yang telah di usulkan adalah: 1. Program ekspedisi krung tripa Program ekspedisi krung tripa tripa adalah program yang diprioritaskan dalam kepengurusaan periode 2011 – 2012 untuk dilaksanakan, namun karena terjadi krisis keuangan dalam ke pengurusan ini prograng tersebut di tiadakan dengan segala pertimbangan hasil rapat. 2. Program Ekspedisi gunung hutan Pada pengurusan 2011 – 2012 pengurus telah melasakan satu program kerja prioritas divisi olah raga alam bebas yaitu ekspedisi gunung hutan (Ekspedisi Cuplet Bulat) pada ekspedisi tersebut pengurus Membrangkat kan 7orang angota untuk melaksakan Ekspedisi ke gunung Cuplet bulat yang telah dilaksanakan pada tanggal 16 – 26 april 2012 yang bertempat di Desa Sabet. Kecamatan Jaya. Kabupaten Aceh jaya. 3. Program Selawah bareng Selawah bareng merupakan program kerja tahunan yang harus dilaksanakan namun tidak terealisasi. Pada dasarnya program ini sudah dijalankan namun terhenti karena dengan pertimbangan tidak ada anggaran yang masuk. B. Program kerja non prioritas  Pembuatan jalur panjat tebing Program kerja non prioritas ini sengaja diusulkan karane pertimbangan rapat apabila memungkinkan untuk di laksanakan, namun tidak dapat kita jalankan karena terjadi karena tidak ada dana khusus untuk program tersebut. Tugas dan tanggung jawab Adapun tugas yang harus dijalankan selama satu periode adalah mempersiapkan anggota untuk mengikuti even – even dan kegiatan daerah yang bersifat olah raga alam bebas. A. Kegiatan daerah dan nasional 1. Kegiatan Daerah - Dengan masuk nya surat dari UKM PA – LH FE Metalik yang berisikan mohon pengiriman delegasi dalam rangka Rehabilitasi Tegu Selawah inong. Maka Pada kepengurusan 2011 – 2012 pengurus divisi olah raga alam bebas telah mengutuskan dua orang anggota untuk berpartisifasi dalam kegiatan pembuatan pilar selawah inong. 2. Kegitan Nasional - Pada pengurasan 2011 – 2012 pengurus mendapat Undangan Partisipasi yang berasal dari MAPALA UVRI MAKASAR dengan nomor surat: 298/e/PP-PGH/MPA-UVRI/IX/2012 yang berisikan Undangan partisipasi dalam rangka Petualangan Gunung Hutan IIItingkat anaional yang dilaksanakan pada tanggal 10 – 15 november yang bertempat di Kabupaten Enrekang dan Kabupaten Lawu. Namun pengurus tidak dapat mengirimdelgasi karena berbentur dengan kegiatan miladiyah terbatas nya dana. - Kemudian undangan masuk pada dari Sekolah Panjat Tebing Sumatra (HANGER)dengan nomor suarat: 003/HANGER/SPT-VII/II/2013. Yang berperihal Undangan Peserta Sekolah Panjat Tebing, yang dilaksanakan pada tanggal 28 – 31 maret 2013 yang bertepat di tebing Alam 169 sibaganding Parapat danau toba. Maka dalam hal ini kami dari pengurus tidak dapat mendelegasikan peserta karena padanya kegiatan sehungan mendekati musyawarah anggota. B. Even even nasional 1. Undangan masuk dari Mapala Karikatau dengan nomor surat 233/panpel-gmpVI/MPA-K/II/2012 yang berperihal undangan pendelgasian lomba lintas alam yang dilaksanakan pada tanggal 24 maret – 25 maret 2012 yang bertempat dikampus Untirta ciligon. 2. Undangan masuk dari Mapala Unnes dengan nomor surat 63/Pan- LPDN III/MHPL-UNNES/IX/2012 yang berperihal undangan partisipasi dalam rangka Lomba Panjat Dinding Nasional yang dilaksanakan pada tanggal16 – 20 November 2012 yang bertemapat Universitas Negeri semarang. 3. Undangan masuk dari Mapala Teknik Universitas Andalas, Padang. Yang berperihal Pengiriman Delegasi dalam rangka Open Tournament Wall Clambing yang dilaksanakan pada tanggal 2 – 4 November 2012 bertempat di Padang Sumatera Barat. 4. Undangan masuk dari ARTALA dengan nomor surat 002/DMJ/DPM/UART/AWCC-II/III-12 yang berperihal Undangan Partisipasi dalam rangka ARTALA WALL CLIMBING COMPETITION II Tingkat Nasional yang dilaksanakan pada tanggal 17- 20 April 2012 yang bertempat Kampus IBI Darmajaya. Bandar lampung. 5. Undangan masuk dari KNPI yang berperihal undangan partisipasi dalam rangka Lomba Lintas Alam yang dilaksanakan pada tanggal 3 – 4 November 2012 yang bertempat di bukit tinggi. 6. Undangan masuk dari MAPALA PALMSTAR STAIN JEMBER dengan nomor surat: 10/8/PAN-NCC 2013. Yang berperihal undangan delegasi dalam rangka Lomba Panjat Nasional Mapala PALMSTAR. Yang dilaksanakan pada tanggal 4 – 8 Maret 2013 yang bertempat Di Sekolah Tinggi Agama Islam Negri Jember. Namun pada kegiatan dan even – even nasional yang tara undangan masuk pengurus periode 2011 -2012 tidak dapat mengirim delagasi karena terdapat kegiatan kegitan yang berbenturan dengan program kerja pengurus serta terbatasnya dana untuk kegiatan tersebut. C. Even yang terdelgasi Adapun kegiatan even nasional yang terdelegasi adalah sebagaiberikut: 1. Undangan masuk Dari MAPALA UNMUHA Banda Aceh. yang berperihal undangan delagasi dalam rangka Lomba Lintas Alam. dilasanakan pada tanggal 24-26 FEBRUARI 2012 yang bertempat di Bendungan Keliling Kecamatan Kota Cot Gli. 2. Undangan masukdari Mapala Cagar Monisa langsa. Yang berpererihal pendelegasian peserta dalam rangka Lomba Lintas Alam yang dilaksanakan pada tanggal 28 – 29 Juli 2012 yang bertempat di Tamsar Aceh Tamiang. Pada kedua even tersebut pengurus telah mengutus kan tiga personil untuk mengikuti kegiata even tersebut dan pada kedua even tersebut tim dari UKM PA – LH GANPALA menjadi juara satu untuk kedua kalinya.

Menunggu untuk dijemput ??!!(akhir)

Liang memang ada, tak akan terlewati Waktu untk itu akan datang dalam pelukan terakhir, Kecup kening di kala itu sungguh bermakna untuk yang terakhir pula True,..fall Siapa ia pasti ia akan ia, selamat ia................ Ingatan hanya ingatan, lantang menderu hanya nada sesaat, Selama ini ia pelengkap kenangan tersirat, Dari aliran darah nadi yang ada untuk sesuatu yang hidup, Ia tak akan kembali tak datang dalam nyata, Laksamana daun yang jatuh dan terburai . Kan ku doakan dalam sujudku untukmu dari kami yang masih nyata untukmu dalam bayangan Kan ku jadikan kiasanmu dulu sebagai satu arah bagiku Dan juga demi makna yang terkandung dalam kitab-kitabnya, agar pinta bermakna Ia sungguh bermakna dalam sekian waktu Ia penebus perih yang berlari dalam kobaran Sungguh Ia ...................................................................................??? Terimakasih duhai tuhan ia kini sudah dalam tanganmu ? Dan tempatkanlah ia pada deretan kaum yang engkau ridhoi Dan juga pada firdausmu............................?!!!

pendakian top G. BURNI TELONG . bener meriah


BURNI Telong adalahgunung berapi aktif yang terletak di Kabupaten Bener Meriah, sekitar 17 kilometer dari TakengonAceh Tengah. Ketinggiannya 2.624 meter di atas permukaan laut.Burni Telong termasuk dalam tipe gunung berapistrato.
Puncak Burni Telong dapat dicapai dari dua arah. Pertama dari lereng tenggara melalui Kampung Sentral. Bisa juga dari lereng barat daya melalui Bandar Lampahan. Umumnya para pendaki naik lewat lereng barat daya. Dibutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat jam untuk mencapai puncak. Sebelum sampai ke pintu rimba, harus melalui kebun kopi dan tebu milik petani setempat.
Beberapa tumbuhan khas ada di Burni seperti anggrek hutan. Anggrek-anggrek ini bisa ditemui sebelum tiba di ladang edelwis. Hamparan edelwis terletak di lereng terjal sebelum tiba di puncak. Di ujung ladang edelwis ada sebuah gua kecil. Di sini juga bisa didapat tumbuhan kantong semar.
 Gunung yang satu ini telah menjadi icon kabupaten Bener Meriah, namanya adalah Burni Telong. Burni Telong yang dalam bahasa Indonesia diartikan dengan gunung yang terbakar, berada di ketinggian 2.600 meter di atas permukaan laut. Gunung ini hanya berjarak lima kilometer dari Redelong, ibu kota Kabupaten Bener Meriah dan Bandar Udara Rembele (RBL). Gunung ini oleh masyarakat setempat disebut dengan Burni Cempege yang dalam bahasa Gayo mempunyai arti gunung yang penuh belerang. 

Burni Telong terletak pada ketinggian 2.624 meter diatas permukaan laut, tipe strato memiliki lima kawah yang semuanya berada di puncak. Secara geografis terletak di 4 derajat 46 Lintang Utara dan 96 derajat 48.5 Bujur Timur. Sementara itu, Gunung Seulawah Agam memiliki ketinggian 1.726 meter dpl. Secara geologis, gunung tipe A menandakan gunung berapi itu pernah mengalami erupsi magmatik sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600.



Saat ini, Burni Telong acapkali di daki oleh para pencinta Alam. Gunung ini bahkan namanya terkenal sampai ke Negeri Tetangga seperti Malaysia, pada Bulan Juli 2009 tiga puluh orang pendaki dari Malaysia yang tergabung dalam Orang Gunung Kuala Lumpur (OGKL) pernah menjajaki gunung Burni Telong.

Untuk mencapai gunung yang sering disebut ada beberapa jalur. Salah satunya, melalui Jalur Edelwais. Dinamakan Edelwais karena di sepanjang jalur itu ditumbuhi bunga Edelwais yang oleh masyarakat Gayo dipercayai sebagai bunga abadi. Jalur ini diawali dengan jalan aspal mulai dari simpang jalan utama Takengon-Bireun sampai ke lereng Burni Telong tepatnya di desa Bandar Lampahan Kecamatan Timang Gajah yang berjarak 3 km.

Bila mau melakukan Pendakian sebaiknya berkonsultasi dulu dengan pemuda-pemuda setempat atau mengajak satu dua orang dari mereka turut serta, kecuali anda sudah mengenal betul medan dan jalur pendakian Gunung Burni Telong. Kondisi lapangan untuk mencapai ke ketinggian puncak memang agak terjal. Tapi, jalur dari Bandar Lampahan menuju lereng gunung merupakan pilihan favorit para pecinta alam atau pendaki gunung.

Di sepanjang rute tersebut mempunyai medan terjal, yang sering digunakan pendaki sebagai tempat menginap bila ingin bermalam untuk beberapa hari. Di ketingian Burni Telong, hamparan pohon pinus memanjakan mata. Dari gunung ini juga mengalir air panas yang kemudian dijadikan pemandian air panas di Kecamatan Wih Pesam, Lampahan.












Senin, 01 April 2013

Senin, 15 Oktober 2012

judul

yang betul nah..
sebagian ini hanya penyaksi goblok
atau kau akan bersumpah demi dri mu
bahwa kau mati dalam kepalsuan
mudah mencari mangsa - mangsa itu

kau yang dulu hanya isyarat perasaan
hadir dalam keramaiaan kepalsuaan
moral telah hilang dan dicuri
walau kembali ingin menjadi yg sempurna
itu terlalu naif

nah. ini hanya kembali bimbang dalam sudut
meraung ke angkasa dengan suara hilang
memjelajah kepanikan dan menghilangkan super


hemmm. kau telah menggingkari takdir disini
aku yang harus mencari mu
entah dimana ??
tanggung jawab itu harus kau rasakan
jangan lagi mejelma menghilang dalam keresahan diri

tolong kembalilah pada diri
kami tk akan menyakitimu
walau hanya dalam kata.
kabari pada yang lain bahwa kau ada untuk berada

temui aku di sisi kemarin
janagn lagi malu dari malu yang terlalu dalam
ini akan kita selesaiikan dalam kedamaian
hilang beban ini
dan wakilkan keresahan ini.
inilah hidup yang harus kau jalani
jangan lah lagi membuat ini terlalu terpuruk ke sudut nista
cukuplah menjadi akhir dari yang kau perbuat.

dan kami masih disisi kemarin
dengan tangan lapang

Rabu, 16 Mei 2012

POLA ASUH ANAK PADA KELUARGA NELAYAN DI DESA MEULINGGE KECAMATAN PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Keluarga adalah kesatuan masyarakat terkecil yang merupakan inti dari sendi-sendi masyarakat. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi perkembangan pribadi anak, dikatakan pertama karena sejak anak masih ada dalam kandungan dan lahir berada didalam keluarga, dikatakan utama karena keluarga merupakan lingkungan yang sangat penting dalam proses pendidikan untuk membentuk pribadi yang utuh. Jadi semua aspek kepribadian dapat dibentuk di lingkungan ini. Perilaku ataupun perlakuan orang tua terhadap anak merupakan factor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak terkait dengan cara bagaimana orang tua mendidik dan membesarkan anak.
Dalam berinteraksi dengan anak, orang tua dengan tidak sengaja atau tanpa disadari mengambil sikap tertentu. Anak melihat dan menerima sikap orang tuanya dan memperhatikan suatu reaksi dalam tingkah lakunya yang dibiasakan, sehingga akhirnya menjadi suatu pola kepribadian. Begitu pula cara-cara bertingkah laku orang tua yang cenderung demokratis,  ataupun otoriter yang masing-masing sangat mempengaruhi suasana interaksi keluarga dan dapat merangsang perkembangan ciri-ciri tertentu pribadi anak. Dalam keluarga ada orang tua yang cenderung menerapkan pola perlakuan demokratis, dan ada pula sejumlah orang tua yang bersikap otoriter. asing-masing pola perlakuan tersebut membawa dampak sendiri-sendiri bagi anak.[1]

Dalam keluarga terjadi proses pembudayaan dari orang tua kepada anak tentang pengenalan secara dini, untuk mengenal sesama anggota dalam lingkungan yang diikuti tentang pemahaman nilai-nilai serta norma-norma yang berlaku. Dalam kehidupan berkeluarga pula anak-anak akan merasakan bagaimana pandangan dan perlakuan orang tua dalam mengasuh anak-anaknya, apakah merasa diperhatikan atau diabaikan. Disinilah anak-anak akan merasakan situasi-situasi yang menentukan harga dirinya dimasa depan kelak.
Orang tua mempunyai peranan yang sangat penting dan mempunyai tanggung jawab yang sangat besar terhadap semua anggota keluarga yang menjadi tanggung jawabnya. Khususnya seorang ibu yang bisa dikatakan sebagai arsitektur dalam rumah tangga, ia dituntut bisa mengatur suasana dalam rumah dan menjadi kunci utama dalam membentuk pribadi anak-anaknya.Seorang ibu diharapkan bisa mengatur suasana artinya ia dapat menciptakan suasana atau kondisi keluarga yang harmonis, tenang dan bias membawa kedamaian diantara seluruh anggota keluarga. Ia juga menjadi salah satu pembentuk pribadi anak, yang mengandung maksud bahwa ia mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap pembentukan pola tingkah laku dan penanaman moral pada anak. Sudah menjadi tradisi bahwa tiap kali seorang anak bertindak salah, maka masyarakat pertama kali akan menimpakan kesalahan tersebut pada ibunya, bagaimana cara ibunya mendidik anak.
Memang dari gambaran di atas terlihat jelas bahwa tugas seorang ibu cukup berat, dan lebih berat lagi apabila anak-anaknya telah menginjak dewasa. Dalam kehidupan rumah tangga ibu mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengasuh anak.
Menurut pendapat Hendrawan Nadesul bahwa dihari depan setiap anak tergantung pada ibunya, sebagian nasib anak ditentukan oleh keputusan ibu selama membesarkannya. Dengan kata lain seorang ibu mempunyai peranan yang dominan dalam membentuk anaknya. Oleh karena itu, seorang ibu harus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang bagaimana cara mengasuh anak dengan mempertimbangkan dan memperhatikan perkembangan jiwa anak secara baik. Begitu berat dan tanggung jawab yang dibebankan kepada ibu, tentunya harus menjadi perhatian yang besar tentang bagaimana cara pandang ibu tentang mengasuh anak. [2]  Sebagaimana terjadi di keluarga nelayan desa Meulingge, seorang ibu disana rata-rata berpendidikan rendah dan didalam mengasuh anak-anaknya hanya dengan kemampuan seadanya sehingga hasilnyapun terkesan biasa-biasa saja bahkan ada yang kurang baik. Sebenarnya mereka telah memiliki kesadaran yang cukup baik seiring dengan perkembangan jaman dalam mengasuh anak. Namun karena kesibukannya mereka mengabaikan cara mengasuh anak yang baik.
Seorang anak di kalangan keluarga nelayan Desa Meulingge kalau kita lihat dalam kesehariannya kurang sopan. Itu tercermin dari cara berbicara mereka dengan orang lain, baik itu dengan orang tua, tetangga dan orang yang baru mereka kenal. Sebagian anak-anak nelayan masih berpendidikan relatif rendah yaitu hanya sampai tingkat Sekolah Dasar, bahkan ada juga yang tidak lulus SD. Anak-anak tersebut memilih mengikuti jejak orang tua mereka sebagai nelayan daripada melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sebenarnya ada keinginan dari mereka ingin melanjutkan sekolah tapi karena kemampuan orang tuanya yang terbatas maka mereka hanya bisa menerima keadaan yang ada. Dari dasar ini kemudian mempengaruhi tingkah laku dan tingkat intelektual anak. Dalam melaut waktu yang dibutuhkan nelayan Desa Meulingge untuk mencari ikan bervariasi, ada yang sehari, tiga hari, seminggu, sebulan dan bahkan lebih. Tetapi sebagian masyarakat nelayan di desa Meulingge melaut satu hari pulang, mereka berangkat dari pukul 03.00 WIB dan pulang kurang lebih pukul 15.00 WIB. Pada kondisi demikian mengharuskan ibu (istri) mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengelola, membina rumah tangga dan sekaligus mengasuh anak, karena suaminya tidak mempunyai banyak waktu luang untuk berkumpul dengan keluarga. Kepemimpinan keluarga yang seharusnya dijalankan oleh seorang suami dalam prakteknya ibu yang memegang peranan lebih besar jika dibandingkan dengan suaminya. Begitu juga dalam pola pengasuhan anak, kewibawaan ayah sangat kurang karena anak jarang sekali bertemu dengan ayahnya. Mereka baru bisa berkumpul sebagai keluarga inti hanya beberapa jam saja setiap harinya. Faktor sosial ini menyebabkan pendidikan anak pada keluarga nelayan kurang. Hal ini terjadi karena kurangnya pengawasan dan pengarahan dari orang tua tentang pendidikan bagi anak.
Ayah sibuk dengan aktivitasnya sebagai nelayan di laut, sedangkan ibu sibuk dengan aktivitas rumah tangganya sehingga akan diberikan kebebasan bergaul sesuai dengan kemampuan dan kemauannya sendiri. Anggapan orang tua yang penting materi tercukupi berarti orang tua sudah melaksanakan kewajibannya. Masalah pendidikan dan kebutuhan lainnya kurang diperhatikan, hal ini menyebabkan rata-rata pendidikan anak nelayan masih relatif rendah dan mereka lebih suka mengikuti jejak ayahnya sebagai nelayan.
Berdasarkan uraian tersebut di atas maka peneliti memberi judul skripsi “Pola asuh anak pada keluarga nelayan di Desa Meulingge Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar”.

B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1.      Bagaimana pola keluarga nelayan dalam mengasuh anak di desa meulingge Kecamatan Pulo aceh kabupaten Aceh Besar ?
2.      Bagaimana peranan ibu dalam megasuh anak pada keluarga nelayan?




C.    Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1.      Mendeskripsikan pola keluarga nelayan dalam mengasuh anak di desa Meulingge Kecamatan Pulo Aceh,
2.      Untuk mengetahui peranan ibu dalam mengasuh anak pada keluarga nelayan di Desa meulingge Kecamatan pulo aceh,

D.    Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah:
1.      Manfaat secara teoritis
Penelitian ini diharapkan bisa menambah wawasan pengetahuan tentang pola pengasuhan dan peranan ibu dalam mengasuh anak.
2.      Manfaat secara praktis
Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai informasi tentang pengasuhan anak di keluarga nelayan, memberi masukan bagi Jurusan serta akademisi dan instansi terkait untuk bisa memperhatikan masalah pendidikan anak di keluarga nelayan.



[1] Yullia singgih dan singgih D,gunarsa .psikologi untuk membimbing (Jakarta: BPK Gunung Mulia2000), hal 82.
[2] Nadesul, Hendrawan. Cara Sehat Mengasuh Anak, (Jakarta: Puspaswara.1996). hal 16

Jumat, 11 Mei 2012

foto-poto-poto

indra fevriadi




bbb dan bogel


aku indra